MAYANG SARI's BLOG

Ingatlah Allah saat Suka dan Duka


n91854991333_90211Dalam kehidupan ini. Banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran. dari setiap peristiwa yang kita alami dan rasakan. sedih dan senang. suka dan duka. Perasaan ini silih berganti Allah pergilirkan. Saat Masa suka dan duka menghampiri terkadang kita lupa untuk terus bersyukur dan memuji Allah swt. Kita lupa bahwa allah swt yang telah memberikan kenikmatan ini, sehingga kita lalai dan terlena dalam kenikmatan yang ada. Namun setelah Masa itu Allah ubah menjadi sedikit kesusahan. padahal hanya sedikit jika dibandingkan limpahnya kenikmatan. Lantas dengan mudahnya lisan kita menggerutu, mengeluh, dan menyalahkan sesiapa yang terlibat akibat kesusahan kita.Temasuk kepada Allah swt. Naudzubillah. Ya… lisan mudah sekali untuk berkata murka dari pada mengucap syukur.

Allah swt dalam firman nya :

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. Ibrahim :7)

Bsesiapa yang bersyukur maka  akan allah swt tambah nikmat yang dari sebelumnya. Bahkan tak terhitung jumlahnya. Namun bagi sesiapa yang kufur, maka azab allah sangatlah pedih. Azab yang tak terbayang oleh manusia. Pernahkah anda mendapatkan kebahagiaan yang dengan kebahagiaan itu menjadikan anda manusia yang alpa? Dan bukannya menambah kualitas ibadah anda, Malah sebaliknya menjadikan anda orang yang terlambat dalam ibadah. Sholat menjadi sering terlambat karena sibuk mengurus usaha yang sedang maju-majunya. Sibuk keliling dunia. Namun lupa untuk beribadah haji dan umroh yang utama. Subhanallah…

DR, ‘Aidh Al-Qarni dalam karya fenomenalnya “La Tahzan” ( Jangan bersedih ) :

{Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu
Dia dalam kesibukan.} (QS. Ar-Rahman: 29)

“Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: “Ya Allah!”

“Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: “Ya Allah!”

“Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: “Ya Allah!”

“Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: “Ya Allah!”

“Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: “Ya Allah!”

“Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, menyerulah:”Ya Allah!”

Kuingat Engkau saat alam begitu gelap
gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam
Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang,
dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah

Meskipun kita selalu meninggalkan allah swt saat suka. Dan mengadu padaNya saat duka. namun allah selalu ada untuk hambaNya. Apakah disaat suka maupun duka.

Bagi seorang Muslim kita dianjurkan pada dua hal. Sabar dan Syukur.

Sabar saat tertimpa musibah dan Syukur saat Nikmat berlimpah. Insya allah… Jika sabar dan syukur kita hadirkan dalam kehidupan kita. Maka Allah swt akan menolong disaat Roda kehidupan kita dibawah. Dan kemudian dengan segera menghilangkan kesusahan yang menghimpit hidup kita.

Semoga Allah swt menolong kesulitan  dan melimpahkan RahmatNya pada sesiapa yang membaca tulisan yang sangat jauh dari kesempurnaan ini, Wallahu A’lam…

hujan


hujanHujan…

Karnanya tanah kering dan tandus berubah menjadi basah dan subur

hujan…

Karnanya melepaskan beban-beban pikulan awan

hujan…

Siapapun akan terpesona padanya

Anak-anak kecil berlari menyambutnya

Pohon-pohon rindang menari mengibaskan dahannya

Katak-katak bernyanyi riang untuknya.

Siapa yang tak suka hujan???

Penjual makanan, ojek payung, tukang becak bahkan penjual mantel dan jasa doorsmeer motor dan mobil menanti kehadirannya.

Banyak karya yang telah dihasilkan dari hujan. bait dan lirik , lukisan-lukisan indah tercipta karna hujan

sebab hujan  memiliki sejuta makna dalam hati manusia.

– Love hujan –

suara Jalanan


Matahari belum lagi terbangun

Bendera sudah disiapkan

Di tanah lapang yang luas

Berbaris rapi dan berdoa

Ingat wahai Pemuda

hari ini kita satu asa

Negeri ini akan merdeka

Dari perbudakan harta dan tahta

Mari kita satukan langkah

bergerak dan melaju

mengingatkan pemimpin kita

akan janji kosong mereka

Duhai pemimpin kami

berkali-kali kami ingatkan padamu

kau sudah terlalu nyaman disana

kursi goyang dan meja sebagai tempatmu

Duhai pemimpin kami

kami mengajakmu berbuat kebaikan

dan tidak berbuat kerusakan

sebab kebaikanmu adalah kebaikan bagi rakyat

SUMPAH!!! Aku Pemuda


Aku pemuda…

Pemilik jiwa dan raga

Aku Pemuda…

Pemilik langkah yang bergema

Aku Pemuda…

Pemilik cita-cita setinggi angkasa

Negeri ini milikku

Ia akan tetap abadi pada singgasananya

takku biarkan siapapun merebutnya

Apalagi kau yang berwajah topeng itu

Kembalikan negeriku padaku

Negeri yang aman dan sejahtera

Negeri yang penuh cinta dan rasa

Negeri yang harmonis dengan sesama

Aku Pemuda….

Pemilik negeri biru dan kaya

“INDONESIA”

 

pesan siang


bertahan dari ketiadaan adalah satu hal yang bodoh.

masih bertahan juga, padahal yakin bahwa semuanya sia-sia lebih bodoh lagi.

masanya sudah berubah. tak bisa di pungkiri bahwa takkan mampu kau berlari meski kecepatan melebihi dayamu.

kita masih bisa mencapai hal lain yang lebih berarti dari sekedar berharap yang tak pasti.

bahagia itu sederhana.

melepas yang bukan takdirmu.

yang bukan hak mu

dan yang bukan menjadi milikmu.

 

CINTA BERMUKA DUA


imagesTerinspirasi dari buku yang berjudul ‘Agar Hati Tak Mati Berkali-kali’ karangan Ustadz M. Al-Bani menerangkan bahwasanya hati manusia yang tak boleh mati berkali-kali. Sebab kematian hati yang berkali-kali membuat kita menderita untuk sering merasakannya. Dan selalu jatuh pada lubang yang sama. Tak mau belajar dari kesalahan bahkan tak mau memperbaiki kesalahan.

Begitu butakah kita untuk berjalan sehingga harus sering tersandung berkali-kali???. Kita tak pernah menyadari bahwa kematian hati itu disebabkan karena diri kita sendiri. Cinta dunia, kurangnya ilmu dan pemahaman yang salah. Inilah kita.

Kita perlu instrospeksi diri secara totalitas. Melakukan bedah hati secara jelas dihadapan allah swt. Jangan-jangan selama ini kita menampilkan pribadi yang pecah ( Split Personality ).  Pecahan yang satu kecil sekali bertuliskan Allah swt. Sedangkan pecahan yang lebih besar bergambarkan setan bertuliskan Hawa Nafsu dan Cinta dunia.

Disatu sisi kita semangat melakukan kebaikan, Shadaqah sepanjang waktu, menghadiri majlis ta’lim,shalat sunnah tak ketinggalan. Namun disisi yang lain kita juga demikian semangatnya mengerjakan kemaksiatan, tindakan kejahatan terhaap diri sendiri dan orang lain.

 

Kita memahabesarkan Allah swt dalam kegiatan ibadah. Namun mengecilkan keberadaan-Nya dalam kegiatan dunia.

 

Dengan hati yang sesak dan rasa takut patutlah kita mengakui bahwa cinta yang selama ini kita ucap ternyata ‘ BERMUKA DUA’.  Muka yang satu menghadap allah swt dalam sholat, berkumpul dengan orang shaleh, menghadiri pengajian.  Namun saat bekerja, berpolitik, berbisnis, bermasyarakat muka yang lainnya tunduk pada setan dan hawa nafsu.

 

Na’udzubillahi mindzalik….

Astaghfirullahal ‘adzim….

 

Kembalilah pada Rabb-Mu yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Ia mengampuni segala bentuk dosa andai sang hamba memohon ampun. Dan kembalilah pada jalur yang lurus dan benar.

 

“ Dan hadapkanlah wajahmu dengan utuh-lurus kepada Agama ( Allah swt ) ….”. ( Ar-Rum:30)

 

Siapa yang tidak ingin di akhir hayat dalam hela nafas terakhir, Allah swt menyeru kita untuk kemabli pada-Nya dalam keadaan tenang, hati yang tidak terpecah dan cinta yang tak ‘bermuka dua’.

 

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Masuklah ke dalam golongan hamba-hambaku, dan masuklah ke dalam surgaku”. ( Al-Fajr-27-30).

 

Wallahu a’lam Bisshawab…

BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN

 

NYANYIAN UKHUWAH


ukhuwah

 

 

“Jangan kalian saling membenci” sabda Rasulullah saw. Jangan saling menipu, dengki dan memutuskan hubungan. “Jadilah kalian hamba-hamba allah swt yang bersaudara”.

 

Saat ini kita sedang belajar. Belajar mencari makna, belajar member kasih, belajar untuk memahami dan belajar menjadi bijaksana.

 

Sama halnya Abu Dzar Al-Ghifari, ia sedang belajar pada Bilal bin Rabbah. Seorang mantan budak yang memberikan ia pelajaran penting tentang makna Ukhuwah.

 

Awalnya karena rasa kesal Abu Dzar pada Bilal. Ia merasa bilal tak mengerjakan amanah dengan baik. Abu Dzar kecewa dan sayangnya ia tak dapat menahan diri.

 

Dari lisannya keluar kata “Hai anak budak hitam”.

 

Sontak Rasulullah saw yang mendengar menjadi marah dan menghampiri Abu Dzar, “ Engkau !” dengan telunjuk mengarah pada Abu Dzar, “ Sunggu dalam dirimu masih terdapat sifat Jahiliyah!”. Sabda Rasulullah saw.

 

Dengan rasa bersalah yang amat mendalam. Langsung saja Abu Dzar meletakkan kepalanya ke tanah dan bersujud memohon agar bilal menginjak kepalanya. Namun Billal tetap tegak. Ia marah, tapi jug aterharu. “ Aku memaafkan Abu Dzar, Ya Rasulullah”. “ Dan biarlah urusan ini tersimpan disisi Allah swt menjadi kebaikanku kelak”. Kata Bilal.

 

Hati Abu Dzar perih, bagai terseok-seok. Andai hal tersebut dapat di tebusnya di dunia. Dan tak menyimpan penyesalan seumur hidup.

 

Itulah Abu Dzar, Sahabat Rasulullah saw yang mulia. Tak ada yang dapat menandingin ketaqwaan para sahabat. Namun terkadang sifat alpa manusi hinggap pada diri mereka dan wajar demikian halnya.

 

Bagaimana dengan kita? KITA……dengan segala kelemahan dan kealpaan dalam menjaga hubungan dengan sesame, harusnya tak hanya satu jari yang ditelunjukkan ke wajah kita. Tak hanya satu tangan yang menampar kita. Dan tak hanya satu orang yang mencaci kita.

 

Sekali lagi, KITA…masih memiliki sifat jahiliyah disini, letaknya dihati ini.

 

Teman itu sudah kita temukan. Tinggal seperti apa kita memeliharanya. Aku anggap ukhuwah itu ibarat nyanyian. Ada cinta, suka, duka, merana, kasih, sayang, bahagia dan kecewa. Yang kadang terasa sedih, manja, sederhana dan apa adanya. Penyemangat diri dan Penguat hati.

 

Sampai disini, kita masih belajar tentang ukhuwah.

 

Teman…Inilah aku dengan segenap kekurangan dan kelebihanku.

Sudikah engkau member ruang dihatimu untuk menjadi tempat bagiku…???

Ana Uhibbuki Fillah…

 

Wallahu A’lam Bisshawab

DAKWAH TAK BERBEKAL SEADANYA


zMungkin sebagian kita mulai menapaki dakwah ini berawal dari ketidaktahuan. Tak tahu apa-apa, sama sekali buta.

Merangkak dari kebutaan tersebut kita di tuntut untuk segera memahami dan mengerti alurnya. Karena dakwah butuh percepatan. Percepatan dalam bergerak, percepatan dalam memperbaiki ummat, sembari membenahi diri sendiri. PR besar menunggu untuk segera diselesaikan, sementara masih banyak PR kecil belum tuntas juga.

Disinilah onak dan duri itu mulai terasa, mulai dialami dan menjadi masalah dalam perjalanannya.

Disebabkan karena tuntutan percepatan pemahamn tersebut.

Acapkali kita terlalu fokus untuk mengerjakan satu hal. Padahal makna fokus sendiri ialah bagaimana kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan dengan baik dan memberikan hasil yang terbaik.

Dan pekerjaan untuk menyelesaikan persoalan ini hanya diberikan bagi anda yang berjiwa besar, berpandangan luas dan memiliki hati yang besar.

Awalnya dakwah terasa lezat dan nikmat karena dalam setiap kajian kita diingatkan indahnya berdakwah sebab ‘berpahala surga’. Namun kita tidak mempersiapkan diri. Tidak mengumpulkan bekal yang cukup untuk menempuh perjalanan panjang dan penuh onak duri bernama ‘ Jalan Dakwah ‘. Alhasil kita kehabisan bekal dan tidak dapat kembali. Pilihannya hanya dua : Berhenti atau tetap berjalan tanpa bekal.

Bagi anda yang memilih berhenti ceritanya habis sampai disini. Sedangkan bagi anda yang memutuskan untuk tetap berjalan meski tanpa bekal adalah persoalannya.

Dalam hal ini saya analogikan. Bagaimana mungkin seorang aktivis dakwah berjalan tanpa bekal ‘pengetahuan’ dan ‘pemahaman yang benar’ ?.

Sementara anda tahu betul bahwa perjalanan yang akan ditempuh sangat panjang dan penuh onak duri bahkan berdarah-darah dan terseok-seok.

Lalu anda hanya mempersiapkan bekal seadanya??? Saat diperlukan saya ada, saat acara saya ada, saat rapat saya ada. Itukah dakwah???

Anda harus belajar dari setiap peristiwa yang sudah anda lalui. Pelajaran yang mengandung kebaikan, penuh makna perbaikan dan ketaatan.

“Katakanlah Wahai Muhammad : ‘Wahai Tuhanku tambahlah Ilmuku’ “. ( QS. Thaha : 114 )

Dakwah itu luas saudaraku. Sangat luas. Bahkan hubungannya antara langit dan bumi. Antara hamba dan pencipta-Nya. Sebab yang menggaji pekerjaan dakwah anda hanya allah swt. Bukan manusia.

Jangan hanya membayangkan dakwah ini sebatas kampus anda, sebesar organisasi yang anda berada didalamnya. Sehingga mengartikan andalah yang mengkotak-kotakkannya. Sekali lagi, Dakwah itu sungguh luas.

Banyak pintu didalamnya. Pintu itu saling terhubung satu dengan yang lainnya. Mereka tidak terputus. Bahkan pintu-pintu itu memiliki satu atap. Namun setiap pintu memiliki tugas yang berbeda dengan satu tujuan yang sama.

“BERHARAP PAHALA DAN BERBUAH SYURGA”

“APAPUN KEBAJIKAN KITA, CIPTAKAN SEBANYAK-BANYAKNYA”

Wallahu A’lam Bisshowab…

INDAH MESKI BELUM WAKTUNYA


allah maana

 

Andai allah takdirkan menjadi aminah, dari rahimnya allah titip kan Kekasih-Nya. andai allah takdirkan menjadi khadijah, istri yang paling dicintai dan tak pernah mendua.andai allah takdirkan menjadi aisyah, si pencemburu berpipi merah.  andai allah takdirkan  menjadi Fatimah Azzahra,  sungguh bahagia memiliki ayah seperti Rasulullah saw. andai allah takdirkan menjadi sahabat rasulullah saw yang selalu menemani di saat suka maupun duka. di dunia maupun akhirat. Andai allah takdirkan menjadi salah seorang dari Assabiqunal Awwalun. 10 Sahabat yang di jamin masuk syurga.

andai allah takdirkan aku menjadi anak si Fulan dan Fulanah. andai allah takdirkan aku menjadi siapa dan siapa lagi.

Manusia berhak berharap..

Rumput tetangga memang lebih hijau.

Tapi ini saatnya untuk melihat rumput sendiri.

Tak peduli terlahir dari rahim yang mana. seperti apa dan bagaimana kita bermula. Rekayasa Allah swt super indah. kita hanya tinggal menjalani nya. bersyukur dan bersabar kunci nya.

Malam dihiasi bintang….

senja matahari menenangkan jiwa…

hujan menghapus debu kesedihan…

panas menerangi hati yang sedih….

Semua nya indah, Meski belum waktunya…

 

Ujian Bukan Terminal Pemberhentian


semangat

kejadian ini sungguh membelalakkan mata masyarakat Indonesia. Ada yang tertawa ada pula yang menangis. ada yang tak percaya namun ada pula yang menganggapnya biasa.

Bertahan dan saling menggenggam adalah bukti bahwa dalam kondisi apapun kita mampu melewatinya.

Upaya pemecahbelahan barisan dakwah ini bukanlah hal yang baru. Bahkan pada masa Rasulullah SAW pun pernah terjadi. Seseorang yang sudah tua bernama Syas bin Qais memiliki rasa kedengkian begitu besar terhadap kerukunan kaum muslimin. kemudian ia menemui sekelompok sahabat Rasulullah SAW dari kabilah Aus dan Khazraj yang sedang berbincang-bincang lalu mengingatkan kembali akan perang Bu’ats.

Perang Bu’ats terjadi antara suku Aus melawan Khazraj. dan dimenangkan oleh suku Aus. pada saat itu kedua pemimpin suku tersebut terbunuh.

akibat dari perlakuan Syas Bin Qais tersebut menjadikan dua kaum itu mulai berbicara dan saling membanggakan diri sampai mengangkat senjata. Namun berita ini sampai kepada Rasulullah saw dan beliau keluar menemui mereka bersama beberapa orang sahabat muhajirin. Sampai ke tempat mereka Rasulullah saw bersabda:

” Wahai sekalian kaum muslimin, Allah…Allah, Apakah karena slogan-slogan jahiliyah, kalian keluar. Padahal aku berada di antara kalian setelah Allah menunjukkan kalian kepada islam dan memuliakan kalian serta melepaskan kalian dari kungkungan jahiliyah. Menyelamatkan kalian dari kekufuran dan menyatukan hati kalian ?.”

Setelah itu mereka serta merta menangis dan orang-orang dari Aus dan Khazraj saling berpelukan kemudian bubar bersama Rasulullah SAW.

Dari peristiwa perpecahan antara sahabat dai suku Aus dan Khazraj. Allah swt menurunkan ayat yang berkaitan dengan Syas bin Qais dan perbuatannya

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ شَهِيدٌ عَلَى مَا تَعْمَلُونَ

Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan? (QS Ali Imron [3]: 98).

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آَمَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan? ” Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.( QS. Ali Imron : 99)

Allah swt juga menurunkan ayat yang berkaitan dengan Aus bin Qaidzi dan Jabir Bin Shakrs, berikut orang-orang yang bersama mereka. QS : Ali Imran :100-101

١٠٠

100. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

 

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَن يَعْتَصِم بِاللّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَىصِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿١٠١

101. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

 Permasalahan ini sangat mirip dengan kondisi sekarang dimana antusiasme musuh untuk memecahbelahkan barisan dakwah karena mereka telah mengetahui titik-titik kelemahan kita. membangkitkan kedengkian dan amarah serta perselisihan merupakan pusat gerak musuh-musuh itu.
Semakin diperjelas strategi tersebut yakni apa yang dilakukan oleh para penguasa tiran di negeri ini saat mereka menampilkan di TV tentang salah seorang Ikhwah yang ditahan kemudian menyebarkan isu perpecahan di antara barisan aktivis dengan anggapan bahwa ini lah satu-satunya fakta kebenaran.
Hal yang mesti dipahami adalah tidak membenarkan tuduhan kepada saudara kita. Namun menanamkan kecurigaan terhadap musuh-musuh itu berikut dengan tuduhan mereka.
kenyataan sejarah. meskipun Rasulullah saw hidup di tengah-tengah para sahabat. masih memungkinkan mereka terseret untuk angkat senjata dan saling menawan. Padahal mereka merupakan generasi abadi dan terbaik di muka bumi ini. Tentunya melalui ini semua Allah swt ingin menjadikan kita semakin dewasa dan menunjukkan inilah Makar yang dilakukan oleh pembenci-pembenci islam. Peristiwa ini telah menjadi pelajaran berharga. Allah swt ingin menguji kesabaran dan kesyukuran kita.
Saatnya pembuktian bahwa kita bukanlah orang-orang yang lemah dan tak berdaya. Namun lebih dari itu kita adalah orang-orang yang kuat secara fisik dan keimanan. Tak goyah meski badai sedang menerpa.
Yang lebih utama dan lebih mulia bagi para aktivis dakwah yakni berupaya memadamkan api fitnah, bukan menyalakannya. Sebab Fitnah itu sedang tertidur dan laknat Allah swt bagi orang yang membangunkannya.
Wallahu a’lam Bisshawab…
Referensi :
1. Al-Qur’an
2. Hadits
3. Manhaj Haraki Jilid 1 Hal 291